Tampilkan postingan dengan label Puisi Sahabat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Sahabat. Tampilkan semua postingan

Sajak Dua Sisi Negeri

Di negeri ini segala yang ada menjadi tiada
Bagaimana tidak Tuan-Tu(h)an !?

Ku dengar pagi sudah datang
Cekung kota terlihat dari sebrang mata seorang pemungut kata
Katanya,
                " Jas dan dasi adalah segalanya "

Ku dengar ada kursi yang hangat, di pembatas cakrawala
Tapi kenapa dua bocah kecil masih bergidik bersenggama dengan gigil upaya mencari nasi di jalan raya ?
Tak ada nasi puisi pun jadi

Terdengar kayuh sepeda menjual keringatnya pada pejalan kaki
Minumlah Bu, Pak
Kelak surga akan menari di lidahmu

Ku dengar hari ini ada berita baru di koran yang dijajakan bocah tak tamat SMU
Dukanya dimuat dihalaman depan
Di halaman kedua ada berita lain tentang kemerdekaan
Tapi,
Aku tak bisa Baca Buk, Pak.

Karya : Ka Eddy

2 tahun dalam sepejam, pris

Belum ada yang kita ceritakan sebelum dadaku dipukul kesedihan dan dadamu merasakan getaran. 
Pris, cinta memang begitu. 
pada muasal suara aspal pada kamis malam waktu itu, cinta membikin kebahagiaan tanpa resah gelisah, kecuali; kerinduan. 

Sepanjang angka kalender, ku tandai hari hari dengan senyummu; pagi, di kelopak bunga, mata terjaga dalam ciumanmu. 

sebelum embun tumpah, bahagia lebih dulu bangun; mengetuk permukaan dadamu yang aku. 
di sebuah tulisan, dan dalam usia yang panjang; kisah ini tak terasa, seperti dua tahun dalam sepejam



Mau puisi lain karya Tuan Eddy ? klik disini !!!! dan happy reading guys.